PT Timah Bukukan Laba Bersih Rp300,07 Miliar di Semester I 2025

timah semester I

Jakarta, TAMBANG – PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba bersih di semester I 2025 sebesar Rp300,07 miliar atau 93% dari target yang sudah ditentukan Perseroan yaitu Rp322,64 miliar.

“Perseroan terus berupaya mengoptimalkan volume produksi melalui peningkatan sumber daya dan cadangan, penambahan armada produksi dan jumlah tambang, pengamanan wilayah Izin Usaha Pertambangan, serta transformasi proses bisnis agar dapat mencapai target sebagaimana yang telah ditetapkan Perseroan,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/8).

Adapun laba usaha sebesar Rp380 miliar lebih rendah dari semester I 2024 sebesar Rp687 miliar dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp838 miliar atau lebih rendah 31% dari semester I 2024 sebesar Rp1,21 triliun.

Di semester I 2025 ini, PT timah membukukan pendapatan sebesar Rp4,22 triliun turun 19,0% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,21 triliun seiring dengan penurunan volume penjualan logam timah. Beban pokok pendapatan Perseroan turun 15,6% dari Rp4,00 triliun di semester I 2024 menjadi Rp3,37 triliun di semester I 2025.

Nilai aset Perseroan pada semester I 2025 turun 4% menjadi Rp12,33 triliun dari Rp12,80 triliun pada akhir tahun 2024. Sedangkan posisi liabilitas Perseroan sebesar Rp5,03 triliun, turun 6% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp5,35 triliun dikarenakan pembelian kembali seluruh medium term notes.

Posisi ekuitas sebesar Rp7,29 triliun mengalami penurunan 2% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp7,45 triliun, dikarenakan adanya pembagian dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp475 miliar yang telah dibayar pada bulan Juli 2025.

Kinerja keuangan Perseroan mencerminkan kondisi yang sehat dan stabil. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator penting, seperti Quick Ratio yang mencapai 63,6%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa bergantung pada persediaan. Current Ratio yang berada di angka 204,1% memberikan gambaran bahwa perusahaan dalam kondisi keuangan yang aman untuk pemenuhan kewajiban jangka pendek.

Dari sisi struktur modal, Debt to Asset Ratio tercatat sebesar 40,8%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 69,0%, menandakan bahwa tingkat utang masih berada dalam batas yang aman danterkendali. Secara keseluruhan, angka-angka ini menunjukkan bahwa Perseroan berada dalamposisi keuangan yang cukup stabil untuk mendukung operasional perusahaan ke depan.

Baca juga: Menteri Bahlil Tinjau Fasilitas Terapung LNG Terbesar untuk RI di Tiongkok

Read more

Larangan Truk Batu Bara di Jalan Umum Sumsel, Pelaku Usaha Minta Perhatikan Kondisi Lapangan

Larangan Truk Batu Bara di Jalan Umum Sumsel, Pelaku Usaha Minta Perhatikan Kondisi Lapangan

Jakarta, TAMBANG – Pelaku usaha pertambangan menyatakan memahami kebijakan larangan penggunaan jalan umum untuk angkutan batu bara yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, mengatakan bahwa pada prinsipnya pelaku usaha mendukung kebijakan penataan lalu lintas dan perlindungan infrastruktur jalan. “Kami memahami kebijakan

By Rian Wahyuddin
Pemprov Sumsel Larang Angkutan Batu Bara Lewat Jalan Umum, Ini Aturan Lengkapnya

Pemprov Sumsel Larang Angkutan Batu Bara Lewat Jalan Umum, Ini Aturan Lengkapnya

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi melarang operasional truk angkutan batu bara melintasi jalan umum. Kebijakan ini diberlakukan untuk menertibkan aktivitas angkutan tambang sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kondisi infrastruktur jalan. Larangan tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025 tentang Penggunaan

By Rian Wahyuddin