Pertamina Targetkan 160 Outlet Jual Pertalite Di Kalimantan
“Di harapkan akhir tahun nanti, outlet Pertalite terus bertambah minimal sesuai target hingga 160 lembaga penyalur,” ujar General Manager Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan Mochamad Irfan.
Sebagian besar pelanggan yang mengkonsumsi Pertalite awalnya adalah pengguna Premium. Semakin bertambahnya outlet Pertalite turut memicu tingkat pemahaman dan kesadaran konsumen akan keunggulan bahan bakar dengan RON 90 ini.
“Realisasi penjualan Pertalite sudah mencapai 2.744 KL, atau 9,1% konsumen Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan beralih ke Pertalite,” tutur Irfan.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan dengan bertambahnya jumlah penyalur di Kalimantan, total outlet Pertalite di seluruh Indonesia kini mencapai 1.453 outlet. Jumlah outlet tersebut tersebar di lebih dari 222 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
“Pertalite menjadi pilihan produk Pertamina yang tidak disubsidi dan diharapkan dapat terus meningkat lagi penjualannya. Saat ini, total Pertalite yang sudah terserap oleh konsumen di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 160 juta liter,” tambahnya.
Harga Pertalite di Kalimantan dibandrol Rp8.500 per liter atau hanya selisih Rp1000 dengan Premium. Terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia, Pertalite adalah varian baru dari produk gasoline non subsidi Pertamina yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen, dengan level research octane number (RON) 90, Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan pada kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah.
Pertamina akan terus melakukan penambahan jumlah dan cakupan wilayah outlet SPBU yang dapat melayani penjualan Pertalite untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap BBM RON 90 yang semakin meningkat.
“Dengan aktivasi ini diharapkan konsumen dapat dengan mudah mengakses Pertalite sebagai bahan bakar pilihannya, terutama bagi konsumen yang menginginkan bahan bakar dengan RON lebih tinggi dari Premium dan harga terjangkau,” tutup Irfan.